Definisi dan klasifikasi awan

Di posting oelh lintang ipa pada 02:46 PM, 04-Apr-12

Di: Sains

Awan adalah kumpulan titik titik air atau kristal es yang melayang-layang di atmosfer. Awan terjadi karena adanya proses kondensasi.

Kondensasi adalah proses berubahnya uap air menjadi air.

Kondensasi terjadi apabila udara sudah tak bisa lagi menampung uap air, hal ini bisa disebabkan oleh dua hal yakni;

pertama, suhu udara tetap namun kadar uap terus bertambah,

kedua, karena kadar uap tetap tapi suhu udara turun.
Namun yang biasa terjadi di atmosfer adalah gabungan dari kedua hal itu.

Awan tidak jatuh karena butir air yang menyusunnya sangat kecil bahkan lebih kecil dari debu, yaitu rata rata berdiameter antara 0,01-0,4mm.
dan jika butirannya bertambah besar, akan turun sebagai hujan
Atau salju.

awan mampu memantulkan, menyerap dan meneruskan sinar matahari,
awan tipis banyak memantulkan dan meneruskan sinar, maka dari itu semua bagiannya berwarna putih.
Awan tebal banyak memantulkan sinar, dan sedikit yang diteruskan. Maka dari itu bagian bawahnya berwarna gelap.
saat hujan paling deras sekalipun pada siang hari kita masih bisa melihat, karena awan yang paling tebal sekalipun masih meneruskan sinar matahari walau sedikit.

Awan senantiasa bergerak karena tiupan angin dan arus udara dalam awan tersebut.
di awan selalu terjadi proses pengembunan dan penguapan, dan terkadang mengalami pelepasan muatan berupa hujan maupun salju.
sehingga awan bentuknya berubah ubah,
jika butiran partikel air dalam awan tidak cukup besar maka tak akan turun hujan.
Jika pengembunan dalam awan lebih banyak dari penguapan dan tak terjadi pelepasan muatan, maka awan akan terus tumbuh.

Jika penguapan dalam awan lebih banyak dari pengembunan, awan akan menciut bahkan bisa lenyap.
Begitu halnya saat pelepasan muatan(hujan), awan biasanya hilang, atau menjadi kecil.

Tinggi awan bergantung pada kelembapan udara yang naik, kecepatannya, dan keadaan udara disekelilingnya.

Menurut bentuknya, secara garis besar awan dibedakan menjadi awan kumulus, stratus, dan sirus.

Awan kumulus bentukya menggumpal dan dasarnya horizontal

awan stratus bentuknya tipis dan rata

awan sirus letaknya tinggi, terdiri dari kristal kristal es

namun bentuk awan selalu berubah ubah,
awan bisa menyatu, bercerai berai , menyusut menjadi hujan, atau karena menguap lagi. Akhirnya menghasilkan berbagai bentuk awan.
Sehingga harus di klasifikasikan menjadi jauh lebih spesifik.

Sedangkan menurut ketinggiannya awan dibedakan menjadi beberapa kelas yaitu;
1.kelas A
adalah kelas awan tinggi,
tingginya antara 6.000-12.000 meter.
ditempati keluarga awan sirus yaitu, sirostratus, sirokumulus, dan sirus

2.kelas B
adalah kelompok awan menengah
tingginya antara 2.000-6.000 meter
yaitu awan altokumulus. Dan altostratus

3.kelas C1
yaitu kelas awan rendah
tingginya antara 0-2.000 meter
diantaranya awan stratus, stratokumulus

4.kelas C2
sebenarnya awan kelas C2 adalah awan vertikal kelas D , namun tinggi puncaknya sangat rendah,
sehingga dikelompokan tersendiri.
diantaranya kumulus rendah, dan nimbostratus kecil.

5.kelas D
yaitu kelompok awan vertikal, dimana dasar bawahnya dekat permukaan tanah, tapi puncaknya bisa mencapai ketingian menengah bahkan bisa mencapai awan sirus (12.000meter)
termasuk kategori ini yaitu awan kumulus besar, nimbostratus, dan kumulonimbus

1.awan stratus

awan ini menimbulkan hujan gerimis


2.awan stratokumulus

awan rendah berbentuk seperti gelombang

3.awan kumulus

pertanda cuaca terang


4.awan altostratus

pertanda akan turun hujan


5.awan altokumulus

awan menengah yang bentuknya seperti gelombang atau bola bola yang tebal


6.awan nimbostratus

muncul saat akan dan saat hujan


7.awan kumulonimbus

awan paling besar dan tumbuh secara vertikal, naik dalam bentuk gunung berbentuk kembang kol yang bagian atasnya berserat dan sering menyebar dalam bentuk landasan,
awan ini menimbulkan hujan deras, disertai angin dan petir.
Kadang menyebabkan hujan es,
diketahui pula sering membawa tumpangan berupa angin puting beliung bahkan tornado.

Sisa dari puncak awan ini setelah menjadi hujan adalah awan keluarga sirus

8.awan sirostratus

tampak seperti kelambu halus


9.awan sirokumulus

berbentuk seperti gerombolan domba


10.awan sirus

awan halus seperti sutera atau bulu burung.
Awan ini letaknya paling tinggi


sumber;
-buku pokok pokok fisika smp
-wikipedia bahasa indonesia
-mikir sendiri

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

4 responses to "Definisi dan klasifikasi awan"

Yuzuf's | ProkProk™ pada 04:34 AM, 05-Apr-12

pelajaran klz 1 sma ya? udh lupa biggrin

lintang ipa pada 05:07 AM, 05-Apr-12

sekedar berbagi informasi.

itu juga cuma klasifikasi dasar.
sebenarnya ada banyak sekali jenis jenis awan yang lain

Blogmwb pada 10:05 AM, 08-Apr-12

Met pagiy..
Kunjungan aja brada.. D bl0g ane ada xg bru l00.
http://wapmu.yn.lt
http://blogmwb.pun.bz



follow baliknya akang

цş̲̅ћér♂ ∀Ⅼ℈ℕK∆™ pada 07:58 PM, 14-Apr-12

nambah ilmu lagi neh.. smile

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.